Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Pendaki Gunung
Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap
melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam
carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali
yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup
berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.
Menghina Diri Sendiri
Di dunia ini, banyak sekali orang-orang yang tidak sadar bahwa mereka sedang menghina diri sendiri. Salah satu kata-kata favorit orang2 yang membela diri itu adalah: aku sebenarnya juga tidak mau seperti ini, tapi mau apa lagi?
Tanyakan ke para pekerja seks komersil, kenapa mereka melakukannya? Maka jawaban andalannya adalah, aku sebenarnya juga tidak mau seperti ini, tapi mau apa lagi? Demi anak-anak, orang tua. Biar bisa makan.
Tanyakan ke para pemabuk, bang, kenapa abang mabuk2an? Maka jawaban mereka, oi, dek, aku ini sebenarnya nggak mau mabuk, tapi mau apa lagi? Pusing kepalaku, dengan mabuk aku merasa bahagia.
Tanyakan ke para pengobat, narkotika? Maka jawabannya, aku tidak mau seperti ini, aku mau sembuh, tapi mau apa lagi?
Tanyakan ke homo, lesbian, banci, kenapa mereka punya preferensi seks yang berbeda? Maka jawaban mereka, kami juga tidak mau seperti ini, kalau bisa kami juga mau normal. Ini bukan mau kami.
Merujuk Pada Tujuan Akhir
Carilah tempat untuk membaca tulisan ini dimana anda dapat sendirian dan tidak terganggu. Jernihkan pikiran dari segala sesuatu kecuali apa yang akan anda baca dan apa yang akan saya minta anda kerjakan. Jangan khawatir tentang jadwal , pacar , keluarga , atau teman. Berfokuslah sebentar dan bukalah pikiran anda.
Dalam
pikiran anda, lihatlah diri anda sedang pergi ke pemakaman orang yang
anda kasihi. Gambarkan diri anda mengemudikan mobil menuju rumah duka,
memarkir mobil dan keluar. Ketika anda berjalan memasuki gedung, anda
melihat bunga-bunga dan melihat musik organ yang lembut. Anda melihat
wajah-wajah teman dan keluarga yang anda lewati. Anda merasakan
penderitaan bersama karena kehilangan, senang karena pernah kenal, yang
memancar dari hati orang-orang yang ada disana.
Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!
Orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi
penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran
mereka selalu melayang-layang tak tau arah.
Dan saat berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu,ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.
Bila pada suatu hari anda mendapatkan diri anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran anda akan menerawang ke mana-mana. Mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu anda alami.
Dan saat berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu,ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.
Bila pada suatu hari anda mendapatkan diri anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran anda akan menerawang ke mana-mana. Mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu anda alami.



